Jumat, 29 Agustus 2014

Farmakologi : Obat Gangguan Sistem Pencernaan

A. Antasida dan Antiulcer


          Definisi antasida dan anti ulcer adalah  obat yang digunakan untuk menetralisir atau mengikat asam lambung atau mengurangi produksi asam lambung yang dapat menyebabkan timbulnya tukak lambung  atau sakit maag.
B.    Digestiva
         
           Digestiva adalah obat – obat yang digunakan untuk membantu proses pencernaan lambung – usus terutama pada keadaan defisiensi  zat pembantu pencernaan.
 
C.    Antidiare
             
          Antidiare adalah obat – obat yang digunakan untuk menanggulangi atau mengobati penyakit yang disebabkan oleh bakteri / kuman, virus, cacing atau keracunan makanan.
Gejala diare adalah buang air besar berulang kali dengan banyak cairan , kadang disertai darah / lendir.
D.    Pencahar (laxativa)
 
          Pencahar adalah obat – obat atau zat – zat yang dapat mempercepat peristaltic usus sehingga mempermudah / melancarkan buang air besar.
Obat pencahar digunakan untuk  :
·  Pada keadaan sembelit (konstipasi) karena pengaruh efek samping obat kurang minum, kurang mengkomsumsi makanan berserat.
·      Pada pasien dengan resiko pendarahan, pada angina pektoris atau resiko 
·      Pendarahan rektal pada hemoroid (wasir).
·      Untuk membersihkan saluran cerna sebelum pembedahan dan prosedur radiologi.
·      Untuk pengeluaran parasit setelah pemberian antelmentik.
Penggunaan pencahar pada anak-anak harus dihindari kecuali diresepkan oleh dokter.
E.    Antispasmodik
          Antispasmodik adalah obat – obat atau zat – zat yang digunakan untuk melawan kejang – kejang otot yang sering mengakibatkan nyeri perut (saluran pencernaan). Meskipun dapat mengurangi spasme usus tapi penggunaannya dalam sindrom usus pencernaan sebagai obat tambahan saja.


F.    Kolagoga
           
          Kolagoga adalah zat atau obat yang digunakan sebagai peluruh atau penghancur batu empedu. Batu empedu merupakan penyakit yang terjadi di saluran atau kandung empedu. Faktor pencetusnya meliputi hiperkolesterolemia, penyumbatan disaluran empedu dan radang saluran empedu.
          Obat yang sering digunakan untuk membantu melarutkan batu empedu adalah asam kenodeoksikolat dan asam ursodeoksikolat. Pasien batu empedu dianjurkan melakukan diet kolesterol dan pengobatan dilanjutkan sampai 3 atau 4 bulan sesudah batunya melarut.
G.    Hepato Protector (Protektor Hati)
 
             Obat-obat protektor hati adalah obat-obat yang digunakan sebagai vitamin tambahan untuk melindungi, meringankan atau menghilangkan gangguan fungsi hati karena adanya bahan kimia, penyakit kuning atau gangguan dalam penyaringan lemak oleh hati.
          Pada umumnya obat-obat golongan ini mengandung asam-asam amino, kandungan dari tanaman kurkuma (kurkumin) dan zat-zat lipotropik seperti methionin dan cholin. Methionin memiliki peranan penting dalam metabolisme hati sehingga digunakan untuk melawan keracunan yang disebabkan oleh hepatotoksin. Sedangkan choline adalah suatu zat yang dapat mencegah dan menghilangkan perembesan lemak kedalam hati dan juga bekerja melawan keracunan. Obat-obat ini sebaiknya jangan digunakan pada penderita penyakit hati yang berat karena pada dosis besar dapat memperparah keadaan.